130 people were massacred in Kawang, Papar (1904)

image

Source: The Evening News, 14 May 1904

I have been visiting Google News Archive for quite some time now, and only now I am able to post this rather interesting, yet tragic piece of information that I think even Sabahans of today never heard. I, for sure don’t think I ever came across this brutal event in the history books. I even questioned the validity of the story as the information was only published some one and a half month after the incident actually happened. However, at that time, information was spreading slower and the fastest that can be done was through wireless telegraph. Perhaps those who live in Kawang, or even in Papar especially to those whom their family has been living there for a long time can shed light on this.

Reading through this news report implies that this is a one-sided article. The rebels are the natives of Borneo who were unhappy with the presence of foreigners that threatened their way of life. And the article also shows the supposed brutality of the killings. But, should we treat this piece of information as sensationalism? But still, this is maybe a forgotten part of Sabah’s history.

Saya telah mengunjungi arkib Google News Archive sejak beberapa ketika yang lalu, dan hanya sekarang ini saya berpeluang untuk poskan satu petikan akhbar yang menarik yang saya fikir rakyat Sabah pada hari ini pun tidak tahu-menahu mengenai kejadian hitam tersebut. Seingat saya, saya tidak pernah mendengar kejadian hitam ini di mana-mana buku sejarah. Sehinggakan saya persoalkan samada kejadian ini benar-benar berlaku kerana ia hanya disiarkan di akhbar harian setelah satu setengah bulan kejadian tersebut berlaku. Walaubagaimanapun, pada masa itu, maklumat tersebar dengan perlahan dan cara yang terpantas untuk menyebarkan maklumat hanyalah melalui telegraf tanpa wayar. Mungkin kepada mereka yang tinggal di Kawang, atau di Papar terutamanya yang mempunyai keluarga yang sudah menetap lama di sini boleh memberi penjelasan yang lebih lanjut mengenai kejadian ini.

Saya merasakan artikel ini berat sebelah. Pemberontak tersebut adalah orang-orang tempatan yang tidak senang melihat kehadiran orang-orang asing yang mengancam cara hidup mereka. Dan artikel ini juga memberi gambaran betapa kejamnya pembunuhan beramai-ramai tersebut. Tetapi, patutkah kita menaganggap maklumat ini sebagai satu bahan sensasi? Namun begitu, kejadian ini mungkin sebahagian sejarah yang dilupakan di negeri Sabah.

This entry was posted in War and conflict and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s